Kesederhanaan, siapapun tahu, adalah satu dari sekian sifat-sifat yang dianggap terpuji secara universal. Salah satu tokoh besar dunia saat ini yang layak diapresiasi sikap kesahajaannya adalah Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad. (Tokoh Idolaku)
Kesederhanaan dan efesiensi adalah cirinya. Cerminan sikap tawadhu' sebagai pengemban amanah kepemimpinan. Sosok langka di antara pemimpin bangsa-bangsa, bahkan di dunia Islam.
Saturday, January 23, 2010
Sejarah Kabuyutan Galunggung
Posted by
Unknown
at
3:42 PM
Jika masyarakat Arabia mengenal Mekkah dan Yerusalem sebagai wilayah keramat, maka di tatar Sunda orang mengenal Galunggung sebagai sebuah kabuyutan.
Siapakah Prabu Guru Darmasiksa ? (Lanjutan catatan dari Naskah Amanat Galunggung)
Posted by
Unknown
at
3:40 PM
Didalam naskah Carita Parahyangan diceritakan, Darmasiksa, atau ada juga yang menyebut Prabu Sanghyang Wisnu memerintah selama 150 tahun. Sedangkan di dalam naskah Wangsakerta menyebut angka 122 tahun, yakni sejak tahun 1097 – 1219 Saka atau 1175 – 1297 M. Konon kabar sebagai bahan perbandingan ada 10 penguasa di Jawa Pawathan yang sejaman dengan masa pemerintahannya. Ia naik tahta 16 tahun pasca Prabu Jayabaya 1135 – 1159 M, penguasa Kediri Jenggala Wafat, iapun memiliki kesempatan menyaksikan lahirnya Kerajaan Majapahit (1293 M).
Naskah Amanat Galunggung
Posted by
Unknown
at
3:37 PM
‘Raja yang tidak bisa mempertahankan kabuyutan di wilayah kekuasaannya lebih hina ketimbang kulit musang yang tercampak di tempat sampah’. Demikian salah satu isi dari Amanat Galunggung.
Amanat Galunggung (Prabu Guru Darmasiksa)
Posted by
Unknown
at
3:28 PM
Mari kita sejenak menengok kembali jauh ke masa silam. Masa dimana kemanusiaan masih diwarnai oleh kesejatian yang menjunjung tinggi dan memegang teguh nilai dan adab yang telah diwariskan oleh para karuhun dan pepunden.
Petuah, tutur yang diajarkan oleh para karuhun dan pepunden layak untuk dihadirkan kembali sebagai sebuah proses refleksi dan retrospeksi guna menemukan kembali nilai dan adab kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang saat ini telah tergerus oleh nafsu penghambaan keduniawian.
Petuah, tutur yang diajarkan oleh para karuhun dan pepunden layak untuk dihadirkan kembali sebagai sebuah proses refleksi dan retrospeksi guna menemukan kembali nilai dan adab kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang saat ini telah tergerus oleh nafsu penghambaan keduniawian.
Friday, January 22, 2010
SEJARAH TASIKMALAYA
Posted by
Unknown
at
3:40 AM
Sejarah Tasikmalaya ieu Kenging Nyutat ti SundaNet.com.
Subscribe to:
Posts (Atom)