Showing posts with label Tasikmalaya. Show all posts
Showing posts with label Tasikmalaya. Show all posts

Monday, November 30, 2015

Beberapa Curug di Tasikmalaya

Berikut beberapa Curug yang ada di Tasikmalaya

Wednesday, July 20, 2011

Kabupaten Tasikmalaya dari Masa ke Masa

Kabupaten Tasikmalaya jika dihitung ke tahun sekarang yaitu tahun 2011 akan berusia 900 tahun. Dalam perjalanan sejarahnya (pusat pemerintahan) sering mengalami perpindahan. Perpindahan Pusat Pemerintahan ke Singaparna pada tanggal 7 Agustus 2010 tahun kemarin sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 2004 Tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Tasikmalaya Dari Wilayah Kota Tasikmalaya Ke Singaparna di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Monday, June 13, 2011

Rahasia Hilangnya Kampung Sinjang Moyang di Situ Gede, Tasikmalaya



Telaga Situ Gede Tasikmalaya ternyata banyak menyimpan rahasia tersembunyi. Salah satunya soal keberadaan Kampung atau Lembur Sinjang Moyang yang sampai sekarang tidak tahu dimana tempatnya. Mungkin para karuhun disana sudah menyembunyikannnya rapat-rapat. 

Mengapa? Karena di Situ Gede ini dulunya merupakan kampung penuh aib dan Lembur Sinjang Moyang inipun dulunya itu tempat persembunyian para koruptor di zaman kerajaan bahkan dijadikan tempat menyimpan hasil kejahatannya.

Friday, July 16, 2010

Jejak Amuk Galunggung

Senin (5/4) ini, tepat 28 tahun Gunung Galunggung meletus. Akibat letusan itu, lebih dari tiga puluh desa di kaki Galunggung hancur. Ribuan warga terpaksa harus mengungsi ke tempat yang aman selama berbulan-bulan. Setelah bencana nasional itu berlalu, bagaimana kondisi kehidupan masyarakat sekitar gunung itu? Untuk mengupas hal ini, ”PR” menurunkan tim yang terdiri atas Wawan Djuwarna, Noe Firman, Soni Farid Maulana, Ida Farida, Undang Sudrajat, Hazmirullah, Amaliya, Ag. Tri Joko Her Riadi, dan periset Sampaguita untuk menyusun laporan berseri terkait dengan Galunggung. Laporan berseri dimuat di halaman ”Laporan Khusus” mulai hari ini. Selamat menyimak. (Redaksi)

29 Tahun Lalu Galunggung Meletus

TANGGAL 5 April 1982, pukul 5.00 WIB adalah saat-saat tak terlupakan bagi Ny. Eem (48) warga Jln. Cagak, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kab. Tasikmalaya. Kumandang azan Subuh baru saja berlalu ketika suara menggelegar yang amat dahsyat mengguncang pagi yang senyap di kampung itu. Awan pekat berbaur dengan api menyembur dari kawah Galunggung. Pasir dan kerikil pun berjatuhan dari angkasa.

Cerita Mistik dibalik Meletusnya Gunung Galunggung pada tahun 1982

Mungkin kita juga tahu banyak tentang Gunung Galunggung yang meletus pada tahun 1982 bahkan kalau ditulispun tidak cukup untuk dituangkan dalam kertas atau bila d tik lewat PC/Laptop bakal menyimpan file yang banyak.. begitu juga dengan cerita-cerita mistik tentang meletusnya dan inilah sekelumit cerita yang saya dapat dari Majalah Tempo yang ditulis pada tgl 21 Agustus 1982

Friday, May 21, 2010

Gunung Galunggung Dulu dan Sekarang

…Tusschen een en twee ure, des namiddags, trok een zware slag de aandacht der bewoners naar den kant der vallei. Van de voet van den Galoenggoeng, op de plaats waar zich de kom van de Tjikoenir bevindt, zagen zij met vervaarlijke snelheid een ontzaggelijken kolom van rook en damp opstijgen, die met ene geweldige kracht opwaart gedreven werd. Deze reusachtige zuil bedekte weldra den geheelen berg, en verspreidde eene volslagen duisternis over de geheele omstrek…

Thursday, April 22, 2010

Masjid Agung Manonjaya (1832 M) Tasikmalaya, Paduan Belanda, Sunda, Jawa

Tidak banyak masjid di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dari masa lalu berumur hingga ratusan tahun dan masih berdiri kokoh hingga saat ini. Di antara yang sedikit itu dan yang bisa disaksikan sampai sekarang adalah Masjid Agung Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Tuesday, April 6, 2010

Sejarah Situ Gede dan Eyang Prabudilaya

Situ Gede tahun 1939 (dok.kang Andri S. Krisnaya)

Selain SITU GEDE, dalam sejarah ini diceritakan juga tentang CIBEUREUM, SAMBONG, MANGKUBUMI, SINGAPARNA dan MANGUNREJA

Monday, March 22, 2010

Sejarah MANONJAYA dan Pemindahan Pemerintahan Kabupatian

Mungkin dulur-dulur di lembur dan baraya anu dikota khususnya yang tinggal di Manonjaya Tasikmalaya masih belum ada yang tahu tentang sejarah atau asal-usul nama Manonjaya. Dalam kesempatan ini saya sengaja memposting ini agar bisa diketahuinya. Nama Manonjaya berasal dari kata cai panon (air mata), yang dalam arti keseluruhannya adalah airmata yang membawa kejayaan. Nama ini diambil ketika masa kebupatian yang kedelapan.

Sejarah Sukapura dan Para Bupati Sukapura sampai sekarang (Tasikmalaya)

Terbentuknya Pemerintahan di Sukapura, berkaitan erat dengan kemunduran serta kehancuran dari kejayaan Majapahit di Jawa Timur. Karena berawal dari sanalah cikal bakalnya Sukapura.

Prabu Brawijaya V dan Keturunannya (termasuk kepada para Bupati Sukapura)

Berdirinya kerajaan kecil di tatar Pasundan yang tlh menurunkan para Bupati di  3 (tiga) tempat ini tidak terlepas dari runtuhnya kerajaan yang besar di Pulau Jawa (Majapahit).

Saturday, March 20, 2010

KH Zaenal Mustofa: Ulama Pejuang dari Tasikmalaya

Dalam sejarah kemerdekaan kita, banyak sekali sosok pejuang yang berasal dari kalangan ulama. Termasuk kalangan pesantren. Salah satunya adalah KH. Z. Mustofa, ulama pejuang dari Sukamanah, Tasikmalaya, yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 20 November 1972.

Wednesday, March 10, 2010

KH. Z. Mustofa (1899 - 1944)

Siapakah KH. Z. Mustofa?

KH. Zaenal Mustofa adalah pemimpin sebuah pesantren di Tasikmalaya dan pejuang Islam pertama dari Jawa Barat yang mengadakan pemberontakan terhadap pemerintahan Jepang. Nama kecilnya Hudaeni. Lahir dari keluarga petani berkecukupan, putra pasangan Nawapi dan Ny. Ratmah, di kampung Bageur, Desa Cimerah, Kecamatan Singaparna (kini termasuk wilayah Desa Sukarapih Kecamatan Sukarame) Kabupaten tasikmalaya (ada yang menyebut ia lahir tahun 1901 dan Ensiklopedi Islam menyebutnya tahun 1907, sementara tahun yang tertera di atas diperoleh dari catatan Nina Herlina Lubis, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat). Namanya menjadi Zaenal Mustofa setelah ia menunaikan ibadah haji pada tahun 1927.

Prasasti Gegerhanjuang

Ceunah, Sajarah Sunda teh kakurangan pisan bahan, pangpangna anu mangrupa prasasti. Anehna deui, aya oge prasastina bororaah dibahas, disebut-sebut ge tara. Entong teuing nu awam kana sajarah, dalah anu aya kasebutna guru sajarah umumna mah teu tarerangeun, yen di urang aya sumber sajarah anu disebut Prasasti Gegerhanjuang.

Friday, February 5, 2010

Cara Berpakaian Orang Tasikmalaya Tempo Doeloe

Orang Tasikmalaya, pada umumnya senang akan warna cerah, warna-warni dan hiasan. Demikian pula cara berpakaiannya, mulai dari kain kebayanya, kain batiknya, selendang sampai selopnyapun berwarna dan penuh hiasan. Hal ini terlihat pula pada ragam hias kerajinan tangannya, terutama kerajinan tangan payung geulis, kelom geulis, batik dan sulaman.

Monday, January 25, 2010

Uraian Singkat Hari Jadi Tasikmalaya ke-898 (21 Agustus 1111 – 21 Agustus 2009)

1. PENDAHULUAN

JAGAT DARANAN DI SANG RAMA
JAGAT KRETA DI SANG RESI
JAGAT PALANGKA DI SANG RATU PRABU


Uraian kata tersebut adalah merupakan amanat dari Galunggung yang berarti :

Tasikmalaya Dulu dan Sekarang

Masa sebelum Islam 

Dimulai pada abad ke VII sampai abad ke XII di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kabupaten Tasikmalaya, diketahui adanya suatu bentuk Pemerintahan Kebataraan dengan pusat pemerintahannya di sekitar Galunggung, dengan kekuasaan mengabisheka raja-raja (dari Kerajaan Galuh) atau dengan kata lain raja baru dianggap syah bila mendapat persetujuan Batara yang bertahta di Galunggung. Batara atau sesepuh yang memerintah pada masa abad tersebut adalah sang Batara Semplakwaja, Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, Batara Wastuhayu, dan Batari Hyang yang pada masa pemerintahannya mengalami perubahan bentuk dari kebataraan menjadi kerajaan.

Saturday, January 23, 2010

Sejarah Kabuyutan Galunggung

Jika masyarakat Arabia mengenal Mekkah dan Yerusalem sebagai wilayah keramat, maka di tatar Sunda orang mengenal Galunggung sebagai sebuah kabuyutan.

Siapakah Prabu Guru Darmasiksa ? (Lanjutan catatan dari Naskah Amanat Galunggung)

Didalam naskah Carita Parahyangan diceritakan, Darmasiksa, atau ada juga yang menyebut Prabu Sanghyang Wisnu memerintah selama 150 tahun. Sedangkan di dalam naskah Wangsakerta menyebut angka 122 tahun, yakni sejak tahun 1097 – 1219 Saka atau 1175 – 1297 M. Konon kabar sebagai bahan perbandingan ada 10 penguasa di Jawa Pawathan yang sejaman dengan masa pemerintahannya. Ia naik tahta 16 tahun pasca Prabu Jayabaya 1135 – 1159 M, penguasa Kediri Jenggala Wafat, iapun memiliki kesempatan menyaksikan lahirnya Kerajaan Majapahit (1293 M).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...