Friday, January 11, 2013

Bagaimana Badai Tropis Anggrek Terbentuk

Illustrasi

Adanya Badai Tropis Anggrek di perairan Samudera Hindia yang berdekatan dengan Mentawai telah mengakibatkan pengiriman bantuan pada para korban tsunami terganggu. Badai tropis itu mengakibatkan ketinggian gelombang laut dan kecepatan angin meningkat sehingga mengganggu jalur transportasi lewat udara dan laut.

Apa sebenarnya Badai Tropis Anggrek tersebut? A Fahri Radjab, Kepala Sub Bidang Siklon Tropis Tropical Center Warning Center (TCWC) Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofisika, mengungkapkan, badai tropis Anggrek sebenarnya merupakan sesuatu yang disebut siklon tropis, yaitu sirkulasi angin yang berputar dan bersumber dari wilayah tropis yang hangat. Anggrek hanya nama yang diberikan untuk siklon tropis itu.


Terjadinya Badai Tropis Anggrek tersebut juga memiliki faktor-faktor tertentu. Secara umum, siklon tropis itu terbentuk oleh tiga faktor utama. "Faktor pertama adalah suhu muka air laut yang hangat yang mengakibatkan penguapan air laut. Air laut tersebut akan berubah menjadi uap air dan terkondensasi di atmosfer," jelas Fahri ketika diwawancara Kompas.com hari ini (2/11/2010). Kumpulan uap air di atmosfer akan menjadi sumber energi utama bagi badai tropis.

Faktor kedua adalah adanya pemusatan tekanan rendah. "Adanya pemusatan tekanan rendah itu akan menyebabkan udara dari tempat lain terkumpul di wilayah pusat tersebut. Sebab, pada prinsipnya udara akan bergerak dari tempat bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah," kata Fahri melanjutkan penjelasannya. Udara yang terkumpul tersebut nantinya akan menjadi sesuatu yang digerakkan sehingga bisa menciptakan sistem putaran.

Sementara, faktor ketiga atau faktor penggeraknya adalah rotasi bumi. "Bumi yang bergerak pada sumbunya akan menjadi faktor penggerak. Angin yang terkumpul di wilayah tersebut dan uap air yang ada akan digerakkan oleh energi kinetik akibat rotasi bumi, sehingga membentuk badai tropis," ungkapnya. Jika pusat tekanan rendah berada di bumi bagian selatan, sifat putaran adalah searah jarum jam, dan sebaliknya.

Ketiga faktor itu akan saling mempengaruhi dan bekerjasama membentuk badai tropis lewat tiga tahapan. Tahapan pertama adalah tahap pembentukan dimana kecepatan putaran angin mulai meningkat. Sementara, tahap kedua adalah tahap matang yang dicirikan dari maksimumnya kecepatan putaran angin. Tahap terakhir adalah tahap punah dimana kecepatan putaran angin mulai melemah dan akhirnya menghilang. Waktu pembentukannya bisa berbeda-beda dalam tiap badai.

Setiap faktor sendiri akan menentukan karakteristik badai tropis yang bisa dilihat dari kecepatan putaran anginnya. Misalnya, Fahri mengungkapkan, "Semakin rendah tekanan udara di wilayah pusat tekanan, maka kecepatan putaran badai tropis akan semakin tinggi. Tapi, tempat tidak menentukan. Tidak bisa digeneralisir bahwa badai tropis di Pasifik jauh lebih kuat daripada di Hindia. Hanya tergantung pada tekanan udara, uap air dan rotasi bumi," kata Fahri.

Berdasarkan kecepatannya, badan tropis bisa dikategorikan menjadi lima. Kategori pertama memiliki kecepatan 73 - 90 km/jam, kategori 2 berkecepatan 90 - 125 km/jam dan kategori 3 memiliki kecepatan 125 - 166 km/jam. Sementara itu, kategori 4 memiliki kecepatan 166 - 205 km/jam dan kategori 5 berkecepatan 205 - 277 km/jam. Pengelompokan karakteristik bada tropis tersebut dilakukan oleh Australia.

Melihat kecepatan Badai Tropis Anggrek hari ini (2/11/2010), Fahri mengungkapkan bahwa badai tersebut masih termasuk dalam kategori 2 dan dalam tahap matang dimana kecepatan anginnya maksimal. "Kecepatan putaran angin pada hari ini sekitar pukul 7.00 WIB adalah 110 km/jam. Masih termasuk dalam kategori 2" katanya. Fahri memperkirakan, kecepatannya masih akan tinggi esok hari dan akan memasuki tahap punah sekitar tanggal 5 November 2010 mendatang.

Sumber : 
http://sains.kompas.com/
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...