Friday, September 11, 2009

Bag. 7 – Habis: Kesempatan Untuk Mempersiapkan Peledak

68. Opportunity to Preset Explosives [page 390]

Menara 7 ambruk dengan cara terkendali dalam jejak kakinya sendiri yang dipasangi dengan bahan peledak. Memerlukan waktu berhari-hari untuk memasangi gedung tersebut dengan bahan peledak, jadi harus sudah selesai dilakukan sebelum tanggal 11 September sebagai persiapan. Jika Menara 7 dipasangi bahan peledak beberapa hari sebelum 9-11, itu menyiratkan bahwa seluruh tragedi 9-11 merupakan pekerjaan orang dalam yang direncanakan dan dipersiapkan sejak semula.

Bag. 6: Keruntuhan Menara 7 yang (tidak terlalu) Misterius

67. The Not-So-Mysterious Collapse of Tower Seven [page 386]

 Sebelum kejadian 9-11 tak pernah ada kasus dimana sebuah bangunan berstruktur baja ambruk hanya karena api. Keruntuhan Menara 7 WTC pada 11 September 2001, pukul 17.20, sangat luar biasa. Menara 7 memiliki 47 tingkat, yang menjadikannya mencapai ketinggian 600 kaki. Selain Menara Kembar WTC, Menara 7 merupakan salah satu bangunan tertinggi di Manhattan. Menara 7 dipisahkan dari Menara Kembar oleh sebuah blok kota. Menara 7 berada 355 kaki dari muka utara Menara Utara, dan Menara 6 berdiri diantara Menara 7 dan Menara Utara. Menara Selatan bahkan lebih jauh lagi. Menara 7 tidak lebih dekat dengan Menara Kembar dibanding bangunan lainnya yang hanya mengalami kerusakan kecil. Menara 7 tidak dihantam oleh pesawat ataupun reruntuhan puing dari Menara 1 atau 2, tapi secara misterius dua kebakaran kecil berkobar di dalam gedung tersebut dan selanjutnya ambruk pada 11 September malam.

Bag. 5: Bukti Penggunaan Senjata Energi Dalam Serangan 9/11

66. Proof That Directed Energy Weapon Was Used on 9-11 [page 373]

Keterangan saksi mata mengenai bom yang meledak di bagian dalam WTC sebelum ambruknya Menara Kembar WTC telah diabaikan oleh media-media besar. Christopher Bollyn, reporter American Free Press, mempublikasikan laporan pada 22 Oktober 2001 berkenaan dengan keterangan saksi mata tentang ledakan sebelum dan saat ambruknya Menara WTC.

Bag. 4 : Osama bin Patsy

65. Osama bin Patsy [page 371]
Pernyataan dari para pejabat pemerintah luar negeri ini, bahwa serangan 9-11 merupakan pekerjaan dinas intelijen negara, termasuk Mossad, membuat para konspirator yang berada di belakang peristiwa itu merasa khawatir. Mereka tak bisa membiarkan kabar yang menyeruak kepada masyarakat umum bahwa Israel adalah dalang serangan tersebut. Mereka memutuskan untuk segera mengungkit sebuah video palsu guna mengembalikan fokus perhatian kepada boneka mereka, Osama bin Laden. Video tersebut menggambarkan seseorang yang memerankan Osama bin Laden dan sedang mengakui bahwa dirinya mendalangi 9-11.

Bag. 3 : Keterlibatan Zionis dalam 9/11

 64. The Zionist Connection to 9-11 [page 367]

20 warga Kolombia dan 15 warga Filipina tewas dalam serangan WTC. Korban tewas warga Israel pasti disangka lebih besar dari kedua negara itu. New York merupakan pusat kekuatan finansial Yahudi internasional, dan WTC berada di episenternya. Keterlibatan Yahudi internasional dalam perbankan dan finansial sangat legendaris. Dua dari firma terkaya dan terbesar di New York adalah Goldman-Sachs dan Solomon Brothers. Kedua firma tersebut memiliki kantor di beberapa lantai menara kembar WTC. Banyak eksekutif firma tersebut yang rutin pulang pergi ke Israel untuk menjalankan bisnis dan perbankan internasional.

Bag. 2 : Keterlibatan Media dalam Serangan 9/11

63. Media Participation in 9-11 Attacks [page 361]

Terdengar menakjubkan ketika bukti-bukti objektif dengan jelas dan tak terbantahkan menunjukkan fakta bahwa pesawat yang ditayangkan dalam TV sedang menghantam WTC ternyata adalah gambar hasil komputer (computer generated images/CGI). Di bawah ini terdapat sebuah frame dari siaran ABC News mengenai pesawat kedua yang menghantam menara selatan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...